Sejarah Kain Tenun Pringgasela Lombok NTB
Maret 01, 2021Sejarah awal mula masuk nya kain tenun di pringgasela
Apa bila mengacu dari kota selong perkirakan jarak tempuh untuk mencapai desa Pringgasela mecapai 7km atau sekitar 50 km dari kota mataram
Terletak pada ketinggian kurang lebih 327 hingga 400 meter di atas permukaan laut dengan rata rata suhu di atas 10 sampai 27 derajat celcius.
Di apit oleh beberapa desa di anatara desa pengadangan barat desa aik dewa selatan desa pringgasela selatan dan timur desa pringgasela timur
Dengan jumlah penduduk mencapai 9140 jiwa Sebagian bear menganut agama islam,
Dalam pergaulan masyarakat menggunakan Bahasa daerah yang tergolong rumpun Bahasa selaparang dan rumpun Bahasa taliwang atau sumbawa.
melihat dari segi Bahasa kata pringgasela dari kata pringga dan sela yang memiliki makna pertama perajurit batu dan kedua adalah bagian dari sela parang atau keterunan raja sela parang
Perpecahan yang di alami oleh keluarga sela parang membuahkan salah satu pihak keluarga berupaya menyingkir ke sumbawa
Mereka terima oleh raja sumbawa dengan catatan bersedia membatu menumpas musuh musuh nya
menyadari sudah tinggal lama di sumbawa upaya menyikir diakhiri dengan memutuskan Kembali ke tanah leluhur,
Dalam perjalanan Kembali ke tanah leluhur mereka temani oleh 44 orang yang terbagi dalam 4 kelompok dengan ketentuan.
Yang lebih dulu menemukan tanah leluhur mewajibkan mecari kelompk lain nya hingga salah satu kelompok tiba di prenggasila.
Dengan luas wilayah yang mencapai 457 hektar dengan sebagaian besar berupa area persawahan, mendorong keaadaan alam di desa Pringgasela sebagai daerah agraris.
sehingga masayarakat Pringgasela mayoritas ber profesi jadi buruh tani dan para wanita sebagai Pengerajin tenun khas pringgasela
perkembangan produsen kain tenun pringgasela perkirakan terkaiit dengan perkembangan kain tenun di Pulau Lombok.
Terjadi dari Dujut ke Batujai kemudian pindah ke sukarara kemudian berlanjut sampai ke desa desa di Lombok Timur salah satu nya adalah di desa pringgasela.
Di yakini oleh penduduk bahwa tradisi tenun di Pringgasela telah ada pada zaman belanda,
Bahkan sebelum penjajahan Belanda tercermin dari adanya kain yang berumur ratusan tahuh
Serta penenun masih menggunakan alat tenun tradisional yang di gerkan dengan tangan yakni gedongan.
Motif kain tenun Pringgasela memilki ciri khas sendiri, Pada umum nya memiliki motif garis memanjang
Motif kain pringgasela merupakan warisan sejak awal kemunculan budaya tenun di pringgasela bahkan motif kain tercipta dari proses bersemedi atau mengabil cerita kehidupan masyarakat di zaman itu.Tenun Pringgasela memiliki ukuran Panjang yang beragam dengan lebar mencapi 4 meter.
Untuk menghasil kan satu hasil tenun di butuh kan waktu minimal 2 muinggu tergantung dari ketekunan pengerajin.
Meskipun banyak masalah Kain Tenun pringgasela masih tetap produksi oleh masyarakat pringgasela bukan hanya karna faktor ekonomi namun
Kain tenun pringgasela sudah menjadi jati diri desa pringgasela yang mengandung seni,budaya,sejarah, dan nilai sosial masyarakat pringgasela
Sekian sejarah desa pringgasela jika anda mencari kain tenun pringgasela silahkan hubungi 0822-7400-0090 atau bisa klik disini

0 komentar